Jumat, 19 Desember 2014

FOTO

Penyerangan Warga Ahmadiyah di Tasikmalaya

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Ketenangan Kampung Wanasigra, Desa Tenjowaringin, Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat, sontak terusik pada Minggu (5/5/2013). Dingin dini hari yang memagut, sunyi, dipecah oleh sekelompok orang yang datang menyerang. Warga yang tidur pun sekonyong-konyong terkejut.

Warga tidak ada yang berani keluar rumah. Mereka sangat ketakutan dan bersembunyi di ruang belakang rumah, di kamar mandi hingga ruang penyimpanan beras. Mereka, terutama para wanita, anak-anak baru berani keluar dari persembunyian menjelang pukul 04.00.

"Rumah saya kena, karena berada persis di pinggir jalan kampung. Kaca dan asbes dipecahkan, sementara ditutup dengan papan dulu," kata Nana Barnas, 45 tahun.

Dodi Kurniawan, juru bicara warga Ahmadiyah di Wanasigra mengatakan, penyerangan berlangsung sekitar 15 menit. Saat itu penyerang langsung memecahkan kaca bagian depan rumah.

"Warga terutama wanita dan anak-anak sangat trauma, khususnya anak-anak yang telah mengerti latar belakang permasalahan yang memicu penyerangan. Mereka menangis saat keluar dari rumah," ujar Dodi. Beberapa warga kemudian memilih meninggalkan rumahnya dan sementara tinggal di tempat sanak saudara di bagian atas Kampung.

Kondisi trauma ini, menurut Dodi, bisa dilihat dari reaksi warga ketika mendengarkan suara teriakan ataupun benda yang pecah. Rencananya akan dilakukan terapi untuk membantu menghilangkan trauma tersebut.

Penyerangan telah merusak sebuah masjid, satu sekolah dan 20 rumah yang berada di pinggir jalan masuk kampung. Kelompok penyerang membubarkan diri setelah polisi datang.

Serangan juga terjadi pada hari yang sama di Kampung Babakan Sindang, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya. Sebuah mesjid dibakar dan satu rumah dirusak.

Kampung itu juga merupakan salah satu basis Ahmadiyah. Menurut pengurus Masjid, Argadireksa, 78 tahun, penyerangan sudah terjadi dua kali. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. RAM




Stok images, foto news dan royalty free Indonesia. Silakan klik untuk melihat lebih banyak lagi.