Senin ,15 Juni 2015

Foto

Jumat, 06 November 2015

Harapan, Badak Sumatera yang Mencari Jodoh

LAMPUNG TIMUR, KOMPAS.com - Delapan tahun lahir dan tinggal di Amerika Serikat, badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) bernama Harapan pulang ke kampung halaman spesiesnya. Harapan tiba di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, pada Senin (2/11/2015) setelah menempuh 60 jam perjalanan dari Cincinati.

Pulang kampung, Harapan sebenarnya akan mencari jodoh. Di Kebun Binatang Cincinati tempat dia lahir dari pasangan badak Emi dan Ipuh, tak ada betina. Bahkan tak ada badak lain selain dirinya. Sementara di SRS, ada tiga badak betina yang bisa menjadi calonnya, Bina, Rosa, dan Ratu.

Siapa yang akan menjadi jodoh Harapan? Humas Taman Nasional Way Kambas, Sukatmoko, mengungkapkan, tiga badak betina dewasa di SRS sebenarnya masih berpeluang untuk jadi jodoh Harapan. Namun demikian, Masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.

Beradaptasi

Sukatmoko menuturkan, meski Harapan pulang untuk mencari jodoh, perkawinan tak akan dilakukan dalam waktu dekat. "Saat ini kita masih fokus pada Harapan sendiri supaya bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Meskipun badak Sumatera tapi karena hidup di iklim berbeda masih perlu adaptasi," jelasnya.

Badak Harapan punya perilaku berbeda dengan badak Sumatera lain yang lahir dan besar di Indonesia. "Di Amerika, Harapan tidak pernah berkubang. Jadi sampai di sini sekarang kita masih harus latih bagaimana berkubang, bertahan hidup," jelas Sukatmoko.

Untuk siap kawin, mungkin Harapan masih butuh waktu 1-2 tahun. Akankah Harapan kawin dengan Rosa? Atau, dengan betina yang pernah dikawini kakak pertamanya? Kita lihat saja nanti.

Yang jelas, dalam waktu dekat, kita bisa berharap adanya anak badak baru dari rahim Ratu. "Mungkin bulan April tahun depan diperkirakan akan lahir," kata Sukatmoko. YUNANTO WIJI UTOMO

Ikuti rubrik foto ini di Twitter @kompasimages & Facebook: Fotografi Kompascom
Editor : Roderick Adrian