Senin ,15 Juni 2015

Foto

Rabu, 08 Februari 2017

Penyu Hijau Hasil Perdagangan Ilegal Dilepaskan Kembali

BALI, KOMPAS.com – Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Bali berhasil mengungkap kasus penjualan penyu hijau di akhir tahun 2016 dan awal tahun 2017.

“Hari ini kita merilis tujuh ekor penyu dari keseluruhan sebelas ekor barang bukti. Ini dari dua kasus untuk Desember tahun 2016 dan Januari 2017 ini,” jelas Dirpolair Polda Bali, Kombes Pol Sukandar, Selasa (7/2/2017) di Pantai Kuta, Bali.

Kombes Sukandar menambahkan, untuk lima ekor penyu hijau lainnya masih dalam rehabilitasi di Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Pulau Serangan.

Barang bukti penyu ini merupakan hasil lidik Ditpolair Polda Bali terkait adanya perdagangan ilegal penyu.

Kasus pertama terungkap di Pulau Serangan Denpasar dan kasus kedua terungkap di Pantai Cekik, Jembrana.

Lebih lanjut Kombes Sukandar menjelaskan jenis penyu hijau merupakan satwa dilindungi baik nasional maupun internasional.

Secara nasional penyu dilindungi melalui Undang Undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem (KSDHAE) dan Undang Undang No 31 tahun 2004 tentang Perikanan. TRIBUN BALI

Editor : Dino Oktaviano