Senin ,15 Juni 2015

Foto

Kamis, 16 Februari 2017

Meraih Cita-cita di Sekolah Tenda

BOGOR, KOMPAS.com – Kampung Cisarua menjadi populer belakangan ini lantaran Pesiden Joko Widodo belum lama ini memerintahkan staf khususnya memberikan bantuan meja, bangku, alat tulis, dan papan tulis, sebagai sarana pendidikan kepada anak-anak di kampung tersebut.

Alasannya, di perkampungan yang terletak di Desa Banyu Resmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor ini, berdiri sebuah bangunan sekolah tak layak. Puluhan anak-anak di Kampung Cisarua terpaksa harus menimba ilmu di bawah bilik kayu sebagai penyangga, beratap terpal, dan beralaskan tanah. Wajar, jika Jokowi langsung bereaksi melihat kondisi itu melalui media massa.

Hanya ada satu sekolah saja di kampung itu. Namanya Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sirna Asih. Disebut sebagai kelas jauh, karena menginduk dari SDN Sirna Asih yang jaraknya cukup jauh dari kampung itu. Masyarakat menyebutnya dengan sekolah tenda atau sekolah terpal. Lokasinya berada di balik perbukitan dengan jalur yang ekstrim.

Soal fasilitas lain, nyaris tidak ada. Hanya ada bangku dan meja kayu untuk para murid, serta papan tulis lengkap dengan kapurnya yang terpasang di balik tenda berwarna biru itu. Tidak ada toilet apalagi perpustakaan. Sekolah yang sudah berjalan enam tahun itu pun tak pernah melakukan upacara bendera, karena tidak memiliki lapangan maupun tiang bendera.

Kondisi lain yang lebih memprihatinkan adalah, saat cuaca sedang tidak mendukung. Jika hujan turun, terkadang kegiatan belajar diliburkan. Lantai tanah pun praktis berubah menjadi becek. Percikan air hujan dapat dilihat dari atap terpal yang di beberapa bagiannya sudah berlubang. Angin kencang terkadang masuk ke dalamnya. Jangan heran, jika siswa di sana bersekolah hanya menggunakan sendal jepit, ada pula tanpa alas kaki. RAMDHAN TRIYADI BEMPAH

Editor : Roderick Adrian
*/?>