Senin ,15 Juni 2015

Foto

Senin, 26 Desember 2016

Palang Hitam, Para Pemburu Mayat

KOMPAS.com - Malam itu, ambulans meraung-raung membelah kemacetan lalu lintas kota Jakarta. Di dalamnya, sang sopir, Ependi, bersama Satriya, Sherman, Adi Sucipto, menerima panggilan dari Polsek Sunda Kelapa untuk menjemput mayat yang ditemukan di permukiman padat dekat kawasan Pluit, Jakarta.

Mereka adalah jiwa-jiwa yang selalu menjadi garda terdepan tiap peristiwa yang menyangkut adanya orang-orang meninggal tanpa identitas dan tanpa keluarga di Ibu Kota Jakarta.

Mereka disebut Palang Hitam karena mengurusi orang meninggal tanpa identitas dan tanpa keluarga. Berbeda dengan Palang Merah yang mengurusi orang sakit atau yang bernyawa.

Setiap waktu para anggota Palang Hitam harus siap bergerak saat ada panggilan temuan mayat atau seseorang tewas dalam sebuah peristiwa yang ditangani kepolisian.

Selain itu mereka juga melayani pemulasaraan jenazah tanpa keluarga atau tanpa identitas dari panti sosial serta melayani pasien BPJS secara gratis.

Sebanyak 48 orang petugas Palang Hitam yang bernaung di bawah Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, ini bukanlah pegawai negeri sipil, melainkan pegawai harian lepas atau PHL.

Editor : Fikria Hidayat