JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh halte Transjakarta rusak usai demo 29 Agustus 2025. Aksi itu digelar usai driver ojek online (ojol) dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Jumlah ini bertambah dari yang sebelumnya tercatat lima halte Transjakarta yang rusak.
“Dua halte Transjakarta kembali dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab, yaitu Halte Bundaran Senayan dan Pemuda Pramuka,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani dalam keterangannya, Sabtu.
Akibat kondisi yang belum kondusif, layanan Transjakarta belum bisa beroperasi melayani penumpang hari ini.
“Hingga pagi ini seluruh layanan Transjakarta belum bisa beroperasi melayani pelanggan,” ungkap Ayu.
Penumpang diimbau untuk rutin melakukan update layanan Transjakarta melalui aplikasi TJ:Transjakarta dan media sosial secara berkala.
Di samping itu, Transjakarta juga melakukan penjagaan intensif melalui kantor pusat untuk memastikan jalur lintasan Transjakarta dan sarana dipastikan aman dilalui penumpang.
“Jajaran direksi dan manajemen Transjakarta melakukan pemantauan kondisi di command center - kantor pusat Transjakarta, mengingat kondisi di lapangan sangat dinamis,” terang Ayu.
“Hal ini konsisten dilakukan sebagai upaya pengambilan keputusan tercepat, terkait kebijakan layanan dan operasional Transjakarta,” sambung dia.
Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk menjaga fasilitas publik, khususnya di sarana atau prasarana transportasi umum agar manfaatnya tetap dapat terasa oleh khalayak.