GARUT, KOMPAS. com - Kampung Ciburuy di Desa Pamalang, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, merupakan salah satu desa di Indonesia yang sebagian warganya albino.
Kondisi ini menyebabkan Kampung Ciburuy dikenal orang sebagai kampung "bule", karena ada beberapa warganya yang berkulit putih.
Penduduk setempat menamakan albino sebagai "Walanda Sunda" untuk menyebutkan orang yang berkulit putih sebagai ciri khas orang albino.
Salah satu warga, Ujang Nana Suryana sebagai penjaga situs Ciburuy mengatakan ia sadar bahwa leluhurnya ada yang mengalami kondisi albino. Salah satu kakek buyutnya adalah "orang kulit putih" dan turun temurun telah tinggal di desa Ciburuy selama ratusan tahun.
"saya tidak terlalu paham asal muasalnya gen albino ini banyak di kampung Ciburuy. Katanya, warga di kampung ini dulunya satu keturunan. Makanya, sampai sekarang keturunan albino di sini masih ada", ungkap Ujang, Kamis (26/7/2018).
Ujang Nana Suryana mempunyai dua anak albino yaitu, Dewi Resmana (13) dan Jajang Gunawan (3). anehnya Ujang beserta istrinya Siti Rohma berkulit normal seperti kebanyakan orang.
Terdapat sembilan garis keturunan orang albino di kampung Ciburuy, dari anak-anak sampai orang dewasa. ada Jajang Gunawan (3), Dewi Resmana (13), Lukman Hakim (4), Heri Agustin (15), Rosana (17), Firman (40), Isur Suryana (41), dan Asep (50).
Orang albino atau Sunda Walanda memiliki beberapa keterbatasan. Salah satunya, silau saat terkena sinar matahari. Kemudian, warna kulit yang berubah menjadi merah ketika beranjak dewasa karena kerap terpapar matahari.
Meski begitu mereka tetap pergi ke kebun untuk bertani.
"saya tetap berladang ke sawah meskipun sinar matahari begitu terik, saya mengakali dengan memakai topi agar tidak terlalu silau", kata Firman (40) salah satu keturunan Albino di Desa Ciburuy.
Pekerjaan sebagai petani tembakau, sayur dan bersawah merupakan mata pencaharian utama di Kampung Ciburuy.
Perjalanan menuju kampung Ciburuy tidaklah sulit, dari kota Garut memakan waktu kurang lebih 60 menit untuk sampai di kampung "bule" ini. GAR